Sabtu, 05 November 2011

ARTIKEL INDIVIDU,KELUARGA DAN MASYARAKAT

NAMA : INDRA.M.K
NPM : 18111689
KELAS : 1 KA 14


KENAKALAN REMAJA ANAK DIBAWAH UMUR

Kenakalan remaja dalam studi masalah sosial dapat dikategorikan ke dalam perilaku menyimpang.  Dalam perspektif perilaku menyimpang masalah sosial terjadi karena terdapat penyimpangan perilaku dari berbagai aturan-aturan sosial ataupun dari nilai dan norma social yang berlaku. Perilaku menyimpang dapat dianggap sebagai sumber masalah karena dapat membahayakan tegaknya sistem sosial. Penggunaan konsep perilaku menyimpang secara tersirat mengandung makna bahwa ada jalur baku yang harus ditempuh. Perilaku yang tidak melalui  jalur tersebut berarti telah menyimpang.
Masalah sosial perilaku menyimpang dalam tulisan tentang “Kenakalan Remaja” bisa melalui pendekatan individual dan pendekatan sistem. Dalam pendekatan individual melalui pandangan sosialisasi. Berdasarkan pandangan sosialisasi, perilaku akan diidentifikasi sebagai masalah sosial apabila ia tidak berhasil dalam melewati belajar sosial (sosialisasi). Tentang perilaku disorder di kalangan anak dan remaja (Kauffman , 1989 : 6) mengemukakan bahwa perilaku menyimpang juga dapat dilihat sebagai perwujudan dari konteks sosial. Perilaku disorder tidak dapat dilihat secara sederhana sebagai tindakan yang tidak layak, melainkan lebih dari itu harus dilihat sebagai hasil interaksi dari transaksi yang tidak benar antara seseorang dengan lingkungan sosialnya

HASIL PENELITAN
 A.     Bentuk Kenakalan Yang Dilakukan Responden
Berdasarkan data di lapangan dapat disajikan hasil penelitian tentang kenakalan remaja sebagai salah satu perilaku menyimpang hubungannya dengan keberfungsian sosial keluarga di Pondok Pinang pinggiran kota metropolitan Jakarta. Adapun ukuran yang digunakan untuk mengetahui kenakalan seperti yang disebutkan dalam kerangka konsep yaitu (1) kenakalan biasa  (2) Kenakalan yang menjurus pada pelanggaran dan kejahatan dan (3) Kenakalan Khusus. Responden dalam penelitian ini berjumlah 30 responden, dengan jenis kelamin laki-laki 27 responden, dan perempuan 3 responden. Mereka berumur antara 13 tahun-21 tahun. Terbanyak mereka yang berumur antara 18 tahun-21 tahun.

Bentuk Kenakalan Remaja Yang Dilakukan Responden (n=30)

Bentuk Kenakalan

f
%
1.      Berbohong

2.      Pergi keluar rumah tanpa pamit

3.      Keluyuran

4.      Begadang

5.      membolos sekolah

6.      Berkelahi dengan teman

7.      Berkelahi antar sekolah

8.      Buang sampah sembarangan

9.      membaca buku porno

10. melihat gambar porno

11. menontin film porno

12. Mengendarai kendaraan bermotor tanpa SIM

13. Kebut-kebutan/mengebut

14. Minum-minuman keras

15. Kumpul kebo

16. Hubungan sex diluar nikah

17. Mencuri

18. Mencopet

19. Menodong

20. Menggugurkan Kandungan



30

30

28

26

7

17

2

10

5

7

5

21

19

25

5

12

14

8

3

2




100

100

93,3

98,7

23,3

56,7

6,7

33,3

16,7

23,3

16,7

70,0

63,3

83,3

16,7

40,0

46,7

26,7

10,0

6,7





                                          
Bahwa seluruh responden pernah melakukan kenakalan, terutama pada tingkat kenakalan biasa seperti berbohong, pergi ke luar rumah tanpa pamit pada orang tuanya, keluyuran, berkelahi dengan teman, membuang sampah sembarangan dan jenis kenakalan biasa lainnya. Pada tingkat kenakalan yang menjurus pada pelanggaran dan kejahatan seperti mengendarai kendaraan tanpa SIM, kebut-kebutan, mencuri,minum-minuman keras, juga cukup banyak dilakukan oleh responden. Bahkan pada kenakalan khususpun banyak dilakukan oleh responden seperti hubungan seks di luar nikah, menyalahgunakan narkotika, kasus pembunuhan, pemerkosaan, serta menggugurkan kandungan walaupun kecil persentasenya. Terdapat cukup banyak dari mereka yangkumpul kebo. Keadaan yang demikian cukup memprihatinkan. Kalau hal ini tidak segera ditanggulangi akan membahayakan baik bagi pelaku, keluarga, maupun masyarakat. Karena dapat menimbulkan masalah sosial di kemudian hari yang semakin kompleks.  



INDIVIDU, KELUARGA DAN MASYRAKAT



NAMA : INDRA.MAULANA.KUSUMA
NPM    : 18111689
KELAS : 1 KA 14


C.Individu,Keluarga dan Masyarakat
Tujuan instruksional Umum:
MAHASISWA dapat memahami dan menghayati  berbagai masalah sosial yang berhubungan dengan perkembangan individu dan keluarga.
Tujuan instruksional khusus:
-mahasiswa dapat menjelaskan pengertian individu
-mahasiswa dapat menjelaskan pengertian pertumbuhan
-mahasiswa dapat menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan
-mahasiswa dapat menyebutkan 2 golongan masyarakat
-mahasiswa dapat menjelaskan pengertian masyarakat
-mahasiswa dapat menjelaskan makna individu
-Mahasiswa dapat menjelaskan makna keluarga

Pendahuluan
Manusia pada dasarnya adalah makhluk yang hidup dalam kelompok dan mempunyai organisme yang terbatas dibanding jenis makhluk lain ciptaan tuhan.
Naluri manusia untuk selalu hidup dan berhubungan  dengan orang lain disebut  “gregariousness” dan oleh karena itu manusia disebut  makhluk sosial.
Manusia itu pada hakekatnya adalah makhluk sosial,tidak dapat hidup menyendiri,ia merupakan ‘soon politikon”,manusia itu merupan makhluk yang hidup bergaul,berinteraksi.pekembangan dari kondisi ini menimbulkan kesatuan-kesatuan manusia,kelompok-kelompok sosial yang berupa keluarga dan masyarakat.
MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK INDIVIDU
           INDIVIDU berasal dari kata latin “individuum”artinya yang tidak terbagi,maka kata individu merupakan sebutan yang dapat digunakan untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas.kata INDIVIDU bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhanyang dapat dibagi,melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan.istilah individu dalam kaitanya dengan pembicaraan mengenai keluarga anmasyarakat manusia,dapat pula diartikan sebagai manusia.
PERTUMBUHAN INDIVIDU
                Perkembangan manusiayang wajar dan normal harus melalui proses pertumbuhan dan perkembangan lahir batin.
Menurut aliran psikologi gestalt pertumbuhan adalah proses diferensiasi.dalam proses diferensiasi yang pokok adalah keseluruhan sedang bagian-bagian hanya mempunyai arti  sebagai bagian dari keseluruhan dalam hubngan fungsional dengan bagian-bagian lain.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN
1.       Pendirian natifisik.menurut para ahli dari golongan ini berpendapat bahwa pertumbuhan itu semata-mata ditentukan oleh faktor-faktor  yang dibawa sejak lahir.
2.       Pendirian empiristik dan environmentalistik.pendirian ini berlawanan dengan pendapatan nativisik,mereka menganggap bahwa pertumbuhan individu semata-mata tergantung pada lingkung sedang dasar tidak berperan sama sekali.
Pendirian konvergensi dan interaksionisme. Alrian ini berpendapat bahwa interaksi antara dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu.
Tahap pertumbuhan individu berdasarkan psikologi
1.       Masa vital yaitu dari usia 0,0 sampai kira-kira 2 tahun
pada masa vital ini individu menggunakan fungsi-fungsi biologis untuk menemukan berbagai hal dalam dunianya.menurut  frued  tahun pertama dalam kehidupan individu itu sebagai masa oral,karena mulut dipandang sebagai kenikmatan dan ketidak nikmatan.
2.       Masa estetik dari umur kira-kira 2 tahun sampai kira-kira 7 tahun
Masa estetik ini dianggap sebagai masa pertumbuhan rasa keindahan.sebenarnya kata estetik diartikan bahwa bahawa pada masa ini pertumbuhan anak terutama  adalah fungsi pancaindera.dalam masa ini pula tampak muncul gejala kenakalan yang umumnya terjadi antara 3 tahun sampai umur 5 tahun.
3.       Masa intelektual kira-kira dimulai pada umur 7 tahun sampai kira-kira 13 atau 14
Ada beberapa sifat khas pada anak-anak masa ini antara lain :
1.       Adanya korelasi positif yang tinggi antara jasmani dengan prestasi sekolah
2.       Sikap tunduk kepada peraturan-peraturan,permainan tradisional
3.       Adanya kecenderungan memuji diri sendiri
4.       Kalau tidak dapat menyelesaikan sesuatu soal maka soal itu dianggap tidak penting
5.       Senang membandingkan dirinya dengan anak lain

4.       Masa sosial ,kira-kira umur 13 atau 14 tahun sampai 20 – 21 tahun
Keluarga dan fungsinya didalm kehidupan manusia
         Keluarga adalah unit/satuan masyarakat terkecil yang sekaligus merupakan suatu kelompok kecil dalam masyarakat. Kelompok ini hubunganya dengan  perkembangan individu yang sering dikenal dengan sebutan primary grup.
Keluarga mempunyai 4 karakteristik yang memberi kejelasan tentang konsep keluarga.
1.       Keluarga terdiri dari orang-orang yang bersatu karna ikatan perkawinan,darah atau adopsi.yang mengiakat suami dan istri adalah perkawinan,yang satukan orangtua dan anak adalah hubungan darah dan kadang-kadang adopsi.
2.       Para anggota suatu keluarga biasanya hidup bersama-sama dalam  satu rumah dan dan mereka membentuk suatu rumah tangga(household)
3.       Keluarga itu merupakan satu kesatuan orang-orang yang berinteraksi dan saling berkomunikasi.
4.       Keluarga itu mempertahankan suatu kebudayaan bersama yang sebagian besar berasal dari kebudayan umum yang lebih luas saya


Koentjaraningrat membedakan 3 macam keluarga luas berdasarkan bentuknya:
1.       Keluarga luas utrolokal, berdasar kan adapt utrolokal,terdiri dari keluarga inti senior.
2.       Keluarga luas viriolokal,berdasar kan adapt viriolokal
3.       Keluarga luas uxorilokal,berdasarkan adapt uxorilokal

Macam-macam fungsi keluarga adalah:
1.       Fungsi biologis
2.       Fungsi pemeliharaan
3.       Fungsi ekonomi
4.       Fungsi keagamaan
5.       Fungsi sosial

Masyarakat suatu unsur dari kehidupan manusia


         Masyarakat adalah suatu istilah yang  kita kenal dalam kehidupan sehari-hari,ada masyarakat kota,desa, dll.
Dalam bahasa ingris dipakai isitilah society yang berasal dari kata latin socius,yang berarti “kawan” istilah masyarakat itu sendiri berasal dari kata arab yaitu syraka yang berarti “ikut serta”.
Peter l berge,seorang ahlisosiologi memberikan definisi masyarakat sebagai berikut: masyarakat merupakan sesuatu keseluruhan kompleks hubungan manusia yang luas sifatnya.

Dalam perkembangan dan pertumbuhannya masyarakat dapat digolongkan menjadi:

1.       Masyarakat sederhana.
2.       Masyarakat maju dibedakan menjadi 2:
1.       Masyarakat non industri
2.       Masyarakat industri


D. Pemuda dan Sosialisasi
Tujuan instruksional umum:
Mahasiswa dapat memahami dan menghayati masalah-masalah kepemudaan,
Identitasnya sebagai pemuda yang sedang belajar diperguruan tinggi
Tujuan instruksional khusus:
-Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian pemuda
-mahasiswa dapat menjelas kan pengertian sosialisasi
-mahasiswa dapat menjelaskan proses sosialisasi

Pendahuluan
Pemuda adalah golongan manusia-manusia muda yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan kearah yang lebih baik,agar dapat melanjutkan dan mengisi pembangunan yang kini telah berlangsung.

Pemuda indonesia
Pemuda dalam pengertian adalah manusia-manusia muda,akan tetapi di indonesia ini sehubungan dengan adanya program pembinaan generasi muda pengertian pemuda diperinci dan tersurat dengan pasti.ditijau dari kelompok umur , maka pemuda indonesiaadalah sebagai berikut :
Masa bayi           : 0-1 tahun
Masa anak          : 1-12 tahun
Masa puber        : 12-15 tahun
Masa puber        : 15-21 tahun
Masa dewasa    : 21 tahun keatas
Di lihat dari segi budaya atau fungsional maka dikenal istilah anak,remaja dan.dewasa, dengan perincian sebagai berikut :
Golongan anak                 : 0-12 tahun
Golangan remaja             : 13-18 tahun
Golongan dewasa           : 18 (21) tahun keatas

Pengertian pemuda berdasarkan ruang lingkup tempat pemuda atas 3 :

1.       Siswa, usia antara 6 – 18 tahun, masih duduk dibangku sekolah
2.       Mahasiswa usia 18-25 tahun berada di perguruan tinggi dan akademi
3.       Pemuda di luar lingkungan sekolah mau pun perguruan tinggi yaitu meraka yang berusia 15-30 tahun keatas

akan tetapi,apabila melihat peran pemuda sehubungan dengan pembangunan,peran itu dibedakan menjadi 2 :
1.       Didasarkan atas usaha pemuda untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan-tuntutan lingkungan.
2.       Didasarkan atas usaha menolak menyusuaikan diri dengan lingkungan.peran pemuda jenis ini dibagi dalam 3 sikap : 1. Pemuda “pembangkit”    2. Pemuda “pdelinkeun”  3. Pemuda “radikal”

Sosialisasi pemuda
Prose sosialisasi banyak di tentukan oleh susunan kebudayaan dan lingkungan  sosial yang bersangkutan.
Asal mula timbulnyan kedirian :
1.       Dalam proses sosilisasi mendapat bayangan dirinya,yaitu setelah memperhatikan cara  orang lain memandang dan memperlakukan dirinya.
2.        Dalam proses sosialisasi juga membentuk kedirian ideal. Orang bersangkutan dari orang lain
Thomas ford hoult, menyebutkan bahwa proses sosialisasi pemuda dimulai dari umur 10 tahun dalam lingkungan keluarga, tetangga, sekolah, dan jalur organisasi formal dan informal.

Internalisasi , belajar dan spesialisasi
            Ketiga kata atau istilah tersebutnya pada dasarnya memiliki pengertian yang hampir sama.proses berlangsungnya sama yaitu melalui interaksi sosial. Istilah internasilasasi lebih ditekankan pada norma-norma individu yang menginternalisasikan norma-norma tersebut.